Halloween party ideas 2015

Zaman sekarang iklan bukan hanya untuk sebuah produk berupa barang dan jasa angkutan saja, tetapi iklan juga dipasang untuk jual diri di media sosial, Parah juga! Intip beritanya dibawah ini.

Iklan Jual diri di Medsos, SPG cantik diciduk saat ngamar
Ilustrasi

by:jpnn.com,
Intip Berita SAMARINDA -- Siapa yang tidak membutuhkan uang, namun jika di usahakan dengan jalan pintas dan rela mengiklankan dirinya di media sosial agar laku terjual demia uang, ini sungguh sangat disayangkan. Baru-baru ini Tim cybercrime Satreskrim Polresta Samarinda, Kaltim, menangkap Maria Sartika alias Tika.

Perempuan usia 21 itu diciduk lantaran menjajakan diri di media sosial. Kamis (22/6) dini hari, Tika diciduk saat sedang berada di sebuah hotel berbintang Jalan Imam Bonjol, Pelabuhan, Samarinda Kota.

Kanit Ekonomi Khusus (Eksus) Satreskrim Polresta Samarinda AKP Nono Rusmana menuturkan, dalam praktik pengunggahan foto yang menjurus pornografi dan pornoaksi, Tika menggunakan banyak akun di media sosial.

Kepada petugas, Tika mengaku tak sembarang menjajakan diri di media sosial. Dia mengklaim mengerti mekanisme hukum.

Perempuan yang sebelumnya bekerja sebagai sales promotion girl (SPG) di sebuah mal di Kota Tepian itu menyebut, memasang tarif beragam, menyesuaikan kesepakatan dengan calon pelanggan.

“Terpaksa, sekarang kerja susah,” ujarnya saat diperiksa penyidik Satreskrim Polresta Samarinda.

Dikatakan Tika, kesepakatan kencan dibicarakan dalam perbincangan di pesan pribadi. Dia pun tidak segan menyiarkan secara langsung aktivitas memamerkan kemolekan tubuhnya.

Berdasarkan penelusuran Kaltim Post, Tika juga menerima tawaran foto-foto nyaris tanpa busana.

Itu terlihat dari sejumlah unggahan gambar di akun media sosial miliknya. Tanpa busana, dia dikeliling sejumlah pria. Tika mengaku sudah enam bulan menggeluti dunia tersebut.

Perempuan asli Samarinda itu tak ingin buka mulut seputar modus lain menggaet pria yang hendak kencan bersamanya.

Nono menegaskan, cara kerja Tika seorang diri tanpa melibatkan orang lain. “Kalau untuk yang lain kami harus cari bukti dulu,” ujar Nono.

Hingga dibeberkan kepada awak media, akun-akun tersebut banyak yang belum ditutup. (*/dra/ndy)

Post a Comment

Powered by Blogger.