![]() |
| Ilustrasi |
Intipberita - Pada dasarnya, hampir tidak ada satu negara pun secaera alami anak-anak "tidak suka" dengan gadget atau smartphone. Sebaliknya, yang terjadi adalah pemerintah atau otoritas di beberapa negara yang melarang atau membatasi penggunaan HP karena kekhawatiran akan dampak negatifnya.
Dibawah ini beberapa negara dengan pembatasan penggunaan HP bagi anak-anak meliputi:
Negara dengan Larangan Ketat penggunaan HP
Australia: Negara pertama di dunia yang secara resmi melarang anak di bawah usia 16 tahun menggunakan media sosial. Tujuannya adalah agar anak-anak kembali melakukan aktivitas fisik dan pertemuan langsung.
Prancis: Salah satu pionir yang melarang penggunaan telepon seluler di lingkungan sekolah dasar dan menengah guna meningkatkan fokus belajar.
China: Pemerintah membatasi waktu layar anak-anak dan remaja, dengan aturan yang membatasi penggunaan smartphone maksimal hanya 2 jam sehari.
Swedia: Mengeluarkan panduan resmi yang melarang anak di bawah usia 2 tahun menggunakan layar elektronik (HP, TV, tablet) sama sekali.
Finlandia: Baru-baru ini mengikuti langkah negara Eropa lainnya dengan melarang ponsel di dalam ruang kelas.
Ini 10 Perusahaan Mobil Terkaya di dunia, Toyota Mencapai Rp.2.794 Triliun Rupiah
Negara dengan Pembatasan di Sekolah
Banyak negara lain juga menerapkan larangan membawa atau menggunakan HP di sekolah untuk mencegah gangguan konsentrasi, di antaranya adalah :
Selandia Baru, Belanda, Yunani, dan Italia.
Singapura: Baru-baru ini memperketat kebijakan gadget bagi siswa atau pelajar di seluruh lembaga pendidikan / sekolah.
Kasus Unik di Eritrea! dimana Negara ini dikenal sebagaisalah satu negara yang paling terisolasi secara digital. Karena kontrol politik yang ketat dan kurangnya infrastruktur internet, banyak anak-anak di sana yang tidak terbiasa menggunakan HP karena aksesnya memang sangat terbatas.

Post a Comment