NEWSACEHTUDAY - ANKARA, Pemerintah Turki memblokir Twitter dan Facebook setelah gambar-gambar yang menunjukkan peristiwa bom bunuh diri yang menewaskan puluhan dan melukai ratusan di ibu kota Turki, Ankara, tersebar luas di media sosial. Pemblokiran ini dilaporkan oleh televisi lokal Turki.
“Otoritas telekomunikasi Turki, TIB, memblokir akses ke media sosial segera setelah larangan pengadilan diberlakukan,” stasiun TV Turki, NTV dan CNN Turk melaporkan.
Menurut pengadilan, akses ke Facebook, Twitter, dan sejumlah situs lainnya telah diblokir karena gambar-gambar yang menunjukkan korban tragedi disebarkan dalam platform tersebut. Kesulitan dalam mengakses situ-situs itu telah dilaporkan oleh pengguna.
Media penyiaran seperti televisi dan surat kabar juga diduga telah dilarang untuk meliput aspek-aspek tertentu dari serangan. Seorang wartawan dari Today’s Zaman, sebuah publikasi yang merupakan anak cabang dari surat kabar Zaman yang baru-baru diambil alih oleh pemerintah, menyebut bahwa “sebuah larangan terhadap penyiaran untuk meliput ledakan di Ankara” telah diterbitkan.
Ledakan itu mengguncang pusat keramaian ibukota Turki pada hari Minggu malam, menewaskan sedikitnya 34 orang dan melukai 125. Belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas serangan itu. (ARN)


Post a Comment