Halloween party ideas 2015

beritahangat5.blogspot.com

NEWSACEHTODAY, Sungguh biadab, Pelaku ini mengincar anak-anak untuk dimutilasi di kawasan Rokan Hilir dan Siak, Delvi dan Supiyan membeber kisah mereka mendapatkan korban ke enam dan ketujuh.

Keduanya mencari korban di salah satu lokasi bekas penggalian tanah di Desa Pinang Sebatang Timur, Kecamatan Tualang, Siak. Sore itu ada tiga orang anak yang sedang mandi di sana. Dari tiga anak itu, Delvi menunjuk Marjevan Gea, 8 tahun, sebagai korbannya.

Delvi dan Supiyan membujuk Marjevan dengan mengajaknya jajan ke kedai. Di sana, selain membeli makanan ringan, Delvi juga membeli pisau kater.

Korban kemudian digiring ke hutan akasia. Di sanalah bocah malang itu dibunuh dan dimutilasi. Pada pertengahan Juli 2014, Delvi kembali mengajak Supiyan mencari korban. Kali ini mereka punya “ide gila” untuk menguliti dan menjual daging korbannya.

Mereka pun menemukan korbannya di lokasi pemancingan tepi sungai, masih di Desa Pinang Sebatang Timur, Kecamatan Tualang, Siak. Dari tiga anak yang sedang memancing di situ, nasib malang menimpa Femasili Madeva, 10 tahun. Sama seperti Marjevan, ia dieksekusi di hutan akasia. Dagingnya dijual dengan mengelabui pemilik rumah makan dan kedai tuak di Perawang bahwa itu daging sapi.

Namun pembunuhan Femasili meninggalkan jejak, karena ada yang melihat mereka membawa bocah itu ke hutan akasia. Berkat keterangan warga, polisi membekuk Delvi di rumah saudaranya di Kota Duri, Bengkalis, 22 Juli 2014. Selanjutnya polisi meringkus Supiyan, DP, dan Dita. Sidang perdana Delvi Cs akan dilanjutkan Senin (10/11/2014) depan dengan agenda mendengarkan keterangan saksi-saksi.
 

beritahangat5.blogspot.com
Ini sungguh perbuatan sadis dan biadab. Pasangan suami istri tega memutilasi bocah-bocah dan dagingnya di jual ke warung tuak.

MD (19) adalah aktor utama dalam kasus pembunuhan terhadap 5 bocah dan satu orang dewasa. Mereka yang menjadi korban pembunuhannya terlebih dahulu disodomi.

Perbuatan bejat ini, dibantu tersangka DP (19) S (19) serta tersangka DD (19) yang saat itu berstatus sebagai istri MD. Kepada wartawan, MD mengakui telah melakukan pembunuhan tersebut.
“Iya saya bunuh. Tapi cuma dua orang saja,” kilahnya saat diperlihatkan kepada wartawan, Jumat (8/8/2014) di Mapolres Siak Riau.

Lantas bagaimana cara membunuhnya? MD menyebutkan, setelah korbannya disodomi lantas mengajak dua rekan pria lainnya untuk melakukan hal yang sama. Setelah puas melakukan sodomi, MD mengeluarkan goloknya yang tajam. Lantas leher korbannya dia gorok seperti menyembilih ayam.

 
beritahangat5.blogspot.com
Setelah itu MD memotong bagian tangan, perut, kaki. Dan biadabnya lagi, dia mengaku menyayati kulit korbannya agar dagingnya bisa dia kumpulkan. “Dagingnya saya jual,” kata MD tenang.

Isu yang berkembang, daging ini dijual ke sejumlah warung tuak. Tuak merupakan minuman tradisional asal Sumatera Utara yang dibuat dari air nira yang dipermentasikan menjadi alkohol.

Saat ditanya soal dugaan bahwa daging korbannya yang dibunuh dijual ke warung tuak, MD tak membantahnya. MD mengakui kalau dia menjual daging manusia itu ke warung tuak.
“Iya saya jual dagingnya,” kata MD.

Sebagaimana diketahui, warung tauk banyak terdapat di sekitar kota Perawang, Kecamatan Perawang, Kab Siak. Di sanalah daging manusia korban pembantaian MD diperjual belikan.

Biasa warung tuak tempat mabuk itu, memang menyediakan makanan daging alias tambul untuk selingan minum tuak. Mungkin saja, saat itu daging manusia yang dimasak di warung tuak tersebut. Sayangnya MD tidak dapat merincikan di warung tuak yang mana daging itu dijual.

Untuk alat vital korbannya, MD mengaku tidak turut dijual. Melainkan alat vital korbannya dia potong untuk dibawa pulang. MD memasak alat vital itu.
“Ada yang saya sop ada yang saya goreng,” kata MD.

Namun keterangan MD soal menjual daging manusiaini dibantah oleh Wakapolres Siak, Kompol Arief Fajar. Menurut Arief keterangan MD tidak bisa sepenuhnya dipercaya.
“Jangan percaya omongan dia (menjual daging manusia ke warung tuak-red). Hari ini ngomongnya gini, besok sudah berubah. Jadi jangan percaya soal jual daging manusia itu,” kata Arief Fajar kepada detikcom, Sabtu (9/8/2014).

Korban yang telah dibunuh MD sebanyak 6 orang. Dari jumlah itu 5 di antaranya anak-anak usia 9 dan 10 tahun. Dan satu orang dewasa usia 40 tahun. Namun korban dewasa ini memiliki keterbelakangan mental.


[beritahangat5.blogspot.com]

Post a Comment

Powered by Blogger.