Halloween party ideas 2015

Foto, Keberangkatan Jamaah Haji Indonesia dengan Saudi Arabian Airlines
 
by: jpnn.com
Minggu, 30 Juli 2017
 
Intip Berita - Sebelum keberangkapan para Jamaah Haji masih ada hal lain yang perlu di siapkan dan menurut informasi keberangkatan ribuan jamaah Haji terpaksa ditunda karena masalah Visa. Penyelenggaraan ibadah haji 2017 sudah berjalan dalam tiga hari terakhir di Surabaya.

Hingga kemarin (29/7), ada enam kloter yang telah terbang ke Tanah Suci melalui Bandara Juanda.

Meski begitu, ada dokumen perjalanan calon jemaah haji (CJH) yang belum terpenuhi.

Yakni, visa sebagai syarat resmi bepergian ke luar negeri.

Saat ini, panitia penyelenggara ibadah haji (PPIH) menunggu sekitar 5 ribu visa jamaah haji embarkasi Surabaya.

Kabid Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kanwil Kemenag Jatim Achmad Faridul Ilmi menuturkan, 2.500 visa sedang berada dalam perjalanan menuju Surabaya.

Sementara itu, lebih dari 26 ribu visa sudah ada di Asrama Haji Sukolilo.

''Jumlah paspor jamaah embarkasi Surabaya mencapai 35.209 berkas,'' ujarnya.

Menurut Farid, penerbitan visa CJH tidak semudah visa untuk orang-orang yang bepergian ke luar negeri.

Dokumen visa haji berupa lembaran yang ditempelkan pada paspor jamaah.

Karena itu, setelah jadi, paspor harus dikirim ke Kementerian Agama (Kemenag) pusat.

Selanjutnya, visa diproses di kantor Kedutaan Besar Arab Saudi.

Pihak Kemenag pusat lantas menghubungi kanwil Jatim dan menyampaikan bahwa visa sudah jadi.

Setelah itu, petugas dari kanwil Jatim datang ke Jakarta untuk mengambil dokumen perjalanan tersebut.

Dalam pengerjaannya, visa tidak dapat dikeluarkan berbarengan. Visa orang yang mengirimkan paspor lebih dulu bisa cepat jadi. Sementara itu, CJH yang mengajukan permohonan penerbitan visa tidak hanya berasal dari Jatim.

'Visa yang sudah jadi diambil dulu. Lainnya menunggu sampai dikabari pusat,'' terangnya.

Sesampai di Asrama Haji Sukolilo, PPIH memilah paspor dan visa sesuai daerah asal serta kloter jamaah.

Diharapkan, mereka tidak kesulitan ketika membagikan dokumen perjalanan tersebut. Paspor dan visa dibagikan sebelum CJH berangkat ke Tanah Suci.

Saat itu, mereka juga menerima living cost 1.500 riyal untuk bekal di Makkah dan Madinah.

Di sisi lain, CJH asal Kediri yang sempat tertunda keberangkatannya akhirnya bisa bertolak ke Tanah Suci.

Kemarin, mereka berangkat bersama kloter 4 pukul 18.30 dari Bandara Juanda menuju Madinah.

Mereka menggunakan pesawat Boeing 747-400 (bukan 737-400, sebagaimana diberitakan sebelumnya) milik Saudi Arabian Airlines. Keberangkatan ditunda karena visa mereka belum kelar.

Post a Comment

Powered by Blogger.