Halloween party ideas 2015

http://newsacehtoday.blogspot.co.id/

NEWSACEHTODAY, JAKARTA - Menurut Ketua Komisi I DPR Mahfudz Siddiq, menilai bahwa penyanderaan terhadap 10 WNI yang diduga dilakukan kelompok Abu Sayyaf di kawasan Tawi-tawi, Filipina, karena mereka semakin terdesak.

"Kelompok Abu Sayyaf saat ini makin terdesak dan kesulitan pendanaan. Mereka lakukan cara-cara pemerasan antara lain melalui penyanderaan," kata Mahfudz menanggapi penyanderaan WNI, Selasa (29/3).

Namun, politikus PKS itu meminta pemerintah tidak menuruti permintaan tebusan sebesar Rp 15 miliar yang disampaikan penyandera pada otoritas Filipina.

"Pemerintah tidak perlu memenuhi permintaan tersebut. Pihak Indonesia bisa koordinasi dengan otoritas Filipina untuk pembebasan WNI yang disandera," tambahnya.

Menurut informasi, 10 WNI yang disandera adalah awak kapal dengan nama lambung Brama berbendera Indonesia. Kapal mendapat serangan dan ditemukan dalam keadaan kosong oleh kepolisian Filipina di Tawi-tawi.


(fat/jpnn)

Post a Comment

Powered by Blogger.